Wardah itu mawar. 'Hikmah', serius saya jatuh cinta dengan diksinya. Wardatulhikmaah...mawar hikmah dari bait rasa, dari bait bicara, dari bait kata. Semoga dengan menulis...jiwa ini makin dekat padaNya.
"Ilahi Rabbi, izinkan saya terus menguraikan cinta."
Rabu, 14 Mac 2012
Diam bukan kerana bisu.
Alhamdulillah. Seharian mendukung amanah pendidik membuatkan saya lebih mengerti erti berharga ilmu, bahkan berharganya masa itu ibarat emas yang dibilang orang. Sehari berlalu dalam nada yang sepi. Sungguh, betapa banyak kemusykilan untuk dirungkai bersamanya, seperti sebelumnya. Namun hati enggan membenarkan. Aneh sungguh perasaan ini. Betapa saya menahan segala keinginan dan perasaan, semakin rindu! Barangkali ini ujian untuk hati benar-benar melupakan.
Beberapa hari kebelakangan ini, kerapkali saya memikirkan. Apa saya harus berhenti dari musafir ini? Nabilah tidak akan mengalah semudah itu! Diam ini sungguh mengandung perasaan yang tidak mampu dibendung bersama tangisan rindu yang bakal Nabilah lewati untuk 3 tahun mendatang. Nabilah tidak mahu jadi orang yang tewas. Bantu Nabilah Ya Allah :'(
{Keep moving...}
Mengingati ummi dan saat2 indah bersama beliau. Ini ubat hari Nabilah kala ini.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan