Khamis, 30 Jun 2011

bersamamu saya menjadi lebih dewasa. alhamdulillah 'ala kulli hal wa ni'mat.

Bismillah.
Ogos 2010. bermula episod tarbiyah.


untuk kali ini, cukuplah potret-potret lama menguraikan segala apa yg dipendam rasa.

1. Daurah Tarqiyyah at 11th Residential College. UMKL.
-saya jadi emcee!


2. Jaulah IIUM, Kuantan.
- saya jadi photographer!

3. berkampung dalam TEKAD di Khaulah Centre
- saya jadi technician!

sekian dulu. barakallahu fikum.
moga Allah berkati Taman Raudhah.
moga Allah berkati semua.
ameen.

-nurnurullah-
1 Syaaban 1432 H
KB-BRI.

setinggi syukur.

Bismillah.
(rahsia antara saya dan tuhan saya. antara saya dan Allah)


- foto dipinjam dari seorang akhawat-


alhamdulillah. titik.
syukur. 
kenapa? 
senyum sendiri.
itu tidak penting.
dan sekarang saya bahagia.
syukur Ilahi Rabbi.
alhamdulillah. 
terjawab. alhamdulillah.


*tenang. senyum sorang2. syukur*


-nurnurullah-
1 Syaaban 1432 H
KB-BRI.

selawat. penuh kerinduan padamu.

qasidah burdah - Imam  al-Busoiri.


-perbanyakkan selawat ke atas baginda, makhluk paling mulia. moga diri disyafaatkan di sana.-

-nurnurullah-
1 Syaaban 1432 H
KB-BRI.



lewat pesanan dari seorang sahabat.

Bismillah. 
(terima kasih, ukhti Amira Shazwani untuk 'kado' darimu ini)

-teman dalam penantian-

Untuk memilih teman,
Pilihlah yang terbaik...
Terbaik dari segala hal...
Duniawi mahupun ukhrawi...
Kelak dirimu bahagia.

Untuk memilih teman,
Pilihlah yang terbaik...
Soleh dan solehah...
Mukminin dan mukminat...
Hidup sentiasa berlandaskan hukum dan syariat...
Bahagia dunia dan akhirat.

Untuk memilih teman,
Pilihlah yang terbaik...
Baginya dunia hanya sementara...
Akhirat dikejar kerana itulah tempat yang abadi...
Untuk menuju ke syurga Allah.

Untuk memilih teman,
Pilihlah yang terbaik....
Al-Quran jadi panduan hidup...
Sunnah Rasulullah menjadi ikutan...
Moga kekal di dunia hingga ke akhirat...

"insya Allah ukhti, pesanmu kuingat selalu. buatmu jua. semoga success dalam penantian. doa buatmu tanpa henti"

*syahdu. kerana malam ini malam terakhir saya disini. bersama anak-anak buah kesayangan saya. dan kesayangan saya, kak nur...dialah satu-satunya saudara perempuan yang Allah beri pada saya dalam hayat ini. menghitung waktu. sukar untuk melepaskan kalian. moga Allah didik hati ini untuk redha. bertemu itu pasangnya berpisah. tidak ada yang namanya kekal, selagi bersama makhluk. Allah*


-nurnurullah-
28 Rejab 1432 H 
KB-BRI.

waktu yang berlalu.

Bismillah.
(diari : manisnya ukhuwah bila dibajai pakai iman dan taqwa.)

melewati Subuh...
mentari mengengsot perlahan...
memasuki nuansa cakerawala...
menyimbah dengan cahaya yang penuh warna ceria.
Antara jam 7, hingga 8 pagi. Kami bertiga pamit. Kereta pacuan 4 roda dipacu laju, 'membelah' jalan yang semakin sesak dengan manusia. (sempat berfikir, apakah di akhirat sana nanti juga kan begini?). ramai orang. 35 minit lebih kurang, sampai ke ruangan terminal. selesai urusan di sana. kereta dipandu lagi. bukan segera pulang. ke arah yang lain. menunaikan janji yang terpatri. malam sebelumnya.

Alhamdulillah. sampai juga akhirnya.
Gadis itu segera keluar. menyambut dengan senyuman yang tampak ikhlas. Nurul Husna. dia yang saya kenali dulu. waktu kuliah, kami sering-sering juga saling ziarah. subhanAllah. dengannya, terasa ukhuwah ini berlangsung tanpa syarat. kamu tulus dik. pernah satu saat, waktu itu kita sama kuliah. saat kau rebah, kakak yang dikau cari. subhanAllah. barangkali keterikatan hati ini yang buat kamu menyenangi kakak. bahkan itu dalam rencanaNya. subhanAllah. kamulah antara yang sangat mendewasakan kakak. kamu sebagai wasilah. dan tentunya kedewasaan itu kerna Maha Hebat Allah, tuhan kita. 

saat berpamitan, sempat dikau sapa. "nanti kita jumpa lagi ya kakak!" subhanAllah. antara tanda tanya juga ribut syukur. barangkali kami erat kerna antara dua hati ini, tiada yang saling mengecewakan. dibajai dengan ukhuwah yang selayaknya. jujur, kakak bakal merinduimu di sana nanti. sama-sama kita bawa ukhuwah ini ke syurga. insya Allah. sekarang bersegera kita melaksanakannya.

 -semoga Allah berkati kasih sayang ini. ameen-

-nurnurullah-
28 Reja 1432 H
KB-BRI.



 

Lorong Dua dari Lorong Kematian

"menumpas misteri kematian dengan janji keabadian, 
inilah muasal rasa sia-sia."


-membajai hati dengan kebaikan penuh seluruh. agar di negeri akhirat sana, bisa dipetik hasilnya tanpa segan. tanpa halangan. kerna syurga itu mahal. teruslah berusaha.


Beransur-ansur Farisi mulai sedar, telah berpindah ke alam baqa. Perpindahan itu berlangsung begitu mudah dan sederhana. Tak pernah ia membayangkan akan mengakhiri hidup dengan cara seperti ini. Kematiannya sangat tenang. Seperti orang terlelap tidur setelah kelelahan. Andai semua manusia diberirahu misteri kematian yang datang perlahan dan menenangkan seperti ini, nescaya tak bakal ada yang takut mati.

Ia bersyukur, kerana jasadnya ikhlas ditinggalkan. Kini, dirinya terasa ringan, seumpama kapas dalam kepungan angin. Melayang-layang, terbang. Sesaat kemudian, ia merasa seolah-olah terjatuh dari ketinggian, tubuhnya membentur tanah kering, tandus seperti di padang pasir.

...

Suara-suara bergema, jerit dan tangis bersahutan seperti gemuruh ombak yang menggulung. Hiruk pikuk. Gaduh dan ricuh. Orang-orang berteriak sambil berlari mundar-mundir minta pertolongan. Sebahagian ada yang sambil mencakar-cakar wajahnya, ada pula yang menarik-narik rambut sendiri sambil mengerang kesakitan :

Ampunilah kami, wahai Zat yang Maha Pengampun!
Kasihanilah kami, kasihanilah kami!
Kembalikan kami ke dunia barang sejenak saja!
Kami bersumpah akan bertobat kepada-Mu,
Berbuat baik seperti apa yang Engkau perintahkan,
Meninggalkan kemungkaran yang Engkau larang.

Beri kami kesempatan sekali ini saja, wahai Zat penerima taubat!
Kami kembali kepadaMu, wahai Zat yang Maha Pengampun!
Kasihanilah kami, wahai Zat yang Maha Penyayang!
Kasihanilah kami wahai Zat yang Maha Pengasih!

Kasihanilah kami wahai Zat yang Maha Lemah Lembut!
Ringankanlah seksaan kami wahai Zat Pemberi Nikmat
Kami bertaubat, kami telah kembali, kami sedar!

Kami tunduk, kami pasrah, 
kami telah menyesal!

(bersambung)

*dipetik dari Lorong Kematian - Geidurrahman El-Mishry)

-nurnurullah-
28 Rejab 1432 H
KB-BRI.

Rabu, 29 Jun 2011

Menoleh pada dosa yang tertinggal. Mencari diri. Mengenal Tuhan dengan keampunanNya. Lalu dosa-dosa makin melebur.

(tidak terkecuali. sekali lagi jadi teman).



Jauh saya berjalan...
Sehingga suatu ketika, saya terpaksa berhenti...
Bukan kerana lelah...
Tapi ada sesuatu lewat fikiran saya...
Apa benar ini jalan terbaik buat saya?
Adakah ini yang sebenarnya Allah itu mahu untuk diri saya?

Suatu ketika...
Dalam perhentian itu...
Saya menoleh ke belakang...
...melihat kesan derap-derap kaki yang saya tinggalkan...
...barangkali 'mereka-mereka' berbisik..."tolong, bawa kami bersama"...
...namun, mustahil itu bakal terjadi...

Di perhentian itu jualah...
Saya menoleh lagi...bukan hanya pada derap langkah yang saya tinggalkan...
Bahkan lebih luas...
...menceroboh masuk kembali ke dalam dosa-dosa yang terpenjara...
...yang saya sendiri tidak pasti..."apa sudah Allah ampun dosa-dosa itu?"
...tanpa meminta biar dikendong bersama dalam langkah saya yang semakin ke depan, pastinya dosa-dosa ini tetap terus mengekori saya...
Apa saya mahu biar? Kerana saya tidak bermain-main dengan keampunanNya...lalu bersegera saya mampir...
Biar dosa-dosa itu melebur dalam ratib hamba yang mendamba MaghfirahNya Yang Maha Luas... 

Dan kini...atau mungkin untuk suatu waktu lagi...
Tatkala dosa-dosa itu benar-benar melebur...
Usah saya gusar....ke mana saya pada penghujungnya...

Nota : Puisi ini saya karang  bersambil lewa. Sebelum 'kertas kosong' dinodai pena warna hitam menjadi satu hasil artikel untuk anak-anak ahli syurga, biar dalam hati ini saya sucikan dulu. Mulanya dengan 'istighfar', lalu fikiran saya terlewat waktu-waktu yang saya tempuh sehingga tidak sengaja menjadi pendosa. Seluas lautan keampunanNya, tidak mungkin saya persia. 

-nurnurullah-
27 Rejab 1432 H
UMKL~KB-BDRI.

iman yang kurang sempurna.

(puisi ini pernah saya persembahkan dalam laman 'muka buku.' dan sekali lagi menjadi peneman)



Menata waktu...
Lirih pandang mata jatuh...
...tepat pada angka yang punya roh yang semakin laju perjalanannya...
...mengejar usia muda, menghambat umur tua...
...menjadikan lapang semakin sempit...
...menjadikan senang dan kian alpa terhina...
Dimana iman sebenarnya?
Apa hanya lewat dalam kotak fikir?
Kenapa tidak bisa menusuk imanmu sehingga ke hati?              

Owh ya!
Teringat sesuatu...rohmu kini sakit...tersangat tenat...
Kapan kita mahu rawat ‘dia’?
Cukupkah dengan membilang waktu...menanti usia tua...
...dan mahu bersegera kembali...?

Sungguh yakin kamu? Aneh! Manusia sungguh aneh...
Sudah diberi waktu...dipersia...
Sudah diberi ruang peluang...disindir dengan mata menghina...
Sampai kapan? Kesedaran itu akan terus bersamamu?
Jangan sampai...kesedaran itu tidak lagi sudi menjadi teman setiamu...
...yang dengannya, luka pada jiwa bisa diadoptasi dengan bilahan iman...
...yang bisa dirawat lagi rohnya yang sakit...dengan air mata pengampunan...

Owh ya Tuhan...
Owh my Savior...
Owh...penyelamat manusia...
Allahu Allah...
Genggam hati kami...
...dengan penyatuan ‘tangan-tangan’Mu yang tidak bisa dirempuh manusia penuh angan-angan...
...baluti hati-hati kami...saluti hati-hati kami dengan simbahan iman...
Saluti hati-hati kami dengan simbahan iman...
Dengan itu mudah...
...mata ini semakin peka, telinga semakin suka ‘melihat’...
Bahawa kebaikan itu halwa syurga...
Ayuh! Beramal dengannya.



Nota : Puisi ini saya karang juga bersambil lewa. Sebenarnya ideanya tidak tuntas. Perkhabaran ini tidak persis yang lewat dalam fikiran saya. Barangkali ini ilham baru dari Dia. Lalu saya membenarkan jari jemari menari-nari di atas papan kekunci dengan sepenuh jiwa dan raganya. Apa mungkin tangan ini sedang beroperasi meningkatkan iman? Mungkin ya. Mungkin tidak. Barangkali juga mungkin.

-nurnurullah-
28 Rejab 1432 H
Kota Damansara~KB-BDRI

prolog.

Bismillah.
diari : mengenang kembalimu ke negeri abadi. 


Kelmarin, baru sahaja wanita itu disapa angin bahgia. Tatkala lafaz sakinah dialun penuh tertib, dari kejauhan, dalam keramaian...air mata jernih si isteri gugur. Diseka perlahan. Alhamdulillah. Dan kini, dia sudah dimiliki lagi oleh yang namanya makhluk. Dia dimiliki oleh lelaki bergelar suami. Akhirnya. Nada bahagia itu sukar dia alun sendiri. Hanya sujud penuh syukur pada sang pemilik makhluk, yang tidak ada tandingnya.


-gambar hiasan-

Andai dikisahkan, manusia-manusia jadi aneh. Wanita itu melaluinya. Dengan galau hati yang meribut. Hanya Allah jadi sandaran. Dahulu wanita itu seorang isteri. Dan saat ini, hati lebih meredhai dia kembali kepada pemilikNya. Wanita itu cemburu. 

(al-Fatihah buatmu yang bernama suami. moga tenanglah dirimu di negeri abadi).

-nurnurullah-
28 Rejab 1431 H
KB-BRI.

Selasa, 28 Jun 2011

secerah pawana.

indah.


'berseri ukhuwah di pupuk  kasih. 
biar keikhlasan berbicara di dada hati luas saujana

perjuangan ini biar basah dengan iman dan ukhuwah'

-nurnurullah-
27 Rejab 1432 H
KB-BRI.

penuhkan hatimu dengan cintaNya.


"saat hati kecewa dengan yang namanya makhluk, Dia yang bernama Allah kau cari. namun, bila tuhanmu menduga hatimu diuji lagi. kamu terburu-buru meninggalkan Dia. zalimnya kamu! andai sahaja diri tahu, Dia tidak pernah menjadikan dirimu itu 'tidak penting' bagiNya. kerna Dia merencana dgn jutaan2 kebaikan. insafilah. hidup ini bukan untuk sendiri, bukan untuk makhluk. tapi untuk Dia."

Allah.

- hati yang dimiliki Allah, nescaya tidak rela membiarkan jasadnya bergelut dosa-

'naudzubillah min zalik. pagi 27 Rejab yang penuh barakah. insya Allah dengan rahmatNya yang sedang mahu mencurah-curah. mudah-mudahan'

-nurnurullah-
27 Rejab 1432 H
KB-BRI

disapa Isra' Mikraj.


-berjalannya seorang abdi kepada Tuhannya-

hari yang dinanti.
27 Rejab.
inilah harinya.

moga-moga hati terpilih untuk menghidupkannya.
perkenankan doa kami ya Allah.

 سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ
(١)
"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari MasjidilHaram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

(17:1)

'selamat menghidupkannya. moga Allah bersihkan hati kita. penuh seluruh'

-nurnurullah-
27 Rejab 1432 H
KB-BRI

senandung istighfar.

tuhan,
leraikanlah dunia yang mendiam di dalam hatiku.
kerana disitu tidakku mampu,
mengumpul dua cinta.


hanya padaMu,
ku harap tumbuh.
dibajai bangkai dunia yang kubunuh.



hanya padaMu,
ku harap tumbuh.
dibajai bangkai dunia yang kubunuh.

-nurnurullah-
26 Rejab 1432 H
KB-BDRI

Isnin, 27 Jun 2011

subhanAllah.





dalam diam mengenali
susuk peribadi seorang abdi
subhanAllah.
aku jadi malu sendiri.
betapa anak itu...taat peribadi pada Tuhan.


subhanAllah
sekali lagi menemukan
benarkah dia 'pengamal' warkah cintaMu?
subhanAllah
betapa rasa hormat ini makin terbina
dalam diam.
(beruntunglah bagi solehah yang memilikinya).


subhanAllah
peribadinya meninggi.
diri semakin terhina
betapa kebetulan ini, hanya sekelumit mehnahMu
yang hadirnya untuk terus menduga hati.


subhanAllah
hanya bisa kagum dalam diam.
kuinsafi diri. mana mungkin dia kumiliki.
kerna hatinya telah dimiliki.
dan pemiliknya. Allah.


Allahu Rabbi.
hinanya diri.
tatkala diri sedar, biarkan kebenaran ini buat diri semakin menghina diri.


padaMu Ilahi Rabbi.
pautkan aku pada cintaMu.
penuh seluruh.
ameen.
ya Rabb.


'akulah hamba yang fakir. di dalam kefakiranku. ampunkan hamba kerna terus-terusan mahu bergantung harap pada manusia, ya Allah.'


-nurnurullah-
26 Rejab 1432 H
KB-BDRI.

diatas nama cinta pada yang selayaknya.

sedikit untuk ini hari.



'menafikan selagi hati tidak bisa cinta pada yang selayaknya. penuh seluruh'

-nurnurullah-
26 Rejab 1432 H
Kelantan.

Diari.

Bismillah.

InsyaAllah, sekembalinya ke Kuala Lumpur, ini dalam perancangan.
Moga berlangsungnya nanti sesuai rencana Ilahi Rabbi.
Ya Allah, dengarkan hamba.

1. Sabtu di Masjid Kg. Tunku : sesi penyerahan nama pelajar dan pemindahan kelas. Semoga yang terbaik untuk anak-anak.

-bukan foto sebenar. pinjam dari foto Tuisyen WEC-

2. doa selamat dan maulid sempena ulang tahun KELAHIRAN AYAH. dan ulang tahun PERKAHWINAN UMMI AYAH.

- saat mereka berangkat-

3. makan-makan Taman Raudhah. PROPOSAL. riadah bersama adik2.

"okay Nabilah. please take noted! Rabbi yassir wala tu'assir"

-nurnurullah-
26 Rejab 1432 H
Kelantan.

Kelmarin.

kelmarin yang saya lewati,
sudah cukup mengajar...erti hidup,
tatkala diri khilaf,
kerna meletakkan sandaran itu pada hamba,
Allah mampir 'menegur'...mehnah ujianNya itu tanda kisah kasihNya buat hamba.

kelmarin yang berlalu,
sudah-sudahlah mengenangkan,
saya mahu redha, lebih redha.
bersama ujian-ujian Dia,
dimana khilaf diri...ditulah harus diri cari untuk diperbaiki.

kelmarin yang berlalu,
hati seakan berat, namun 'melepaskan' itu seakan bisa terkurang 'tekanan' pada perasaan,
melalui hari dengan pengharapan yang semakin malap,
bahkan tidak ada.

kelmarin juga yang saya lalui,
benar buat saya harus fikir lebih matang,
kalau diri itu sarat dengan kekurangan,
jujur...
disitu kan berbekas rasa syukur dengan penuh rasa kehambaan pada Tuhanmu.

kelmarin juga,
Alhamdulillah, sudah saya lepaskan semuanya.
teruslah menapak, melangkah...walau payah.
untuk besok dan seterusnya.
moga terhindar kehendak dunia yang bernafsu,
moga hari yang bakal dilewati,
terpandu dengan iman. bukan yang selain darinya.


-nurnurullah-
25 Rejab 1432 H
Kelantan.

Alhamdulillah.
Setinggi lafaz syukur padamu.



Kelmarin harinya saya bingung menaksir takdir,
saya lalui dengan hamparan hati yang masih berbekas lukanya.

'saya mahu setenang ini'

Inilah harinya.
SubhanAllah. Betapa Tuhanku Maha Pengasih. Maha Penuh RahmatNya.
Baru sebentar tadi, persoalan saya terjawab.
Perit sebenarnya. Namun, jauh ke dasar hati...kesakitan semakin membenarkan rasa syukur.


Sehingga kini, saat ini.
Saya semakin sedar...di tapak mana harus saya berada.
Terima kasih buatmu, akh.
"Tidakku simpan lagi perasaan ini buatmu. Selagi Allah tidak izin perasaan itu hadir mengikut rencanaMu sendiri."
Moga bisa kulewati hari demi hari dengan penuh semangat.
Fighting! 


'Ya Allah, Anta hafizi. Jangan biar rasa ini bertamu terlalu lama. Sedarkan saya dari lena yang masih belum sempat panjang.'

-nurnurullah-
25 Rejab 1432 H
Kelantan.

Diari.

Bismillah.
diari : sedikit berhubung apa yang dirasakan saat ini.


'andai sahaja hati saya bisa setenang ini. subhanAllah.

SubhanAllah. Jujur, kurang arif tentang rencanaNya lewat hal yang dilalui saat ini. Sungguh hati berkata benar tentang perasaan. Perasaan ini semakin terbina. Harus bagaimana utk saya membunuhnya lagi? Ilahi Rabbi, menghina diri selaku hambaMu yang banyak lemahnya. Ilahi Rabbi. Andai sahaja dia tahu, kalau saya benar-benar memaksudkannya. Andai sahaja dia hati kalau hasrat hati sudah saya panjatkan padaMu. Namun, hal itu tidak akan pernah berlaku. Bahkan mustahil! Langit itu makhlukMu. Bahkan bumi itu makhlukMu. Namun,  antara mereka benar saling perlu. Mati salah satunya, yang satu lagi bisa melemah. Harusnya diri lebih sedar tentang hakikat ini. Sudahpun Kau hadirkan dia dalam lembaran kisah hidup yang kujalani saat ini, biarlah sekadar biasa-biasanya sahaja. Agar nantinya tiada hati yang bakal kecewa.

Ya Allah. Sungguh Engkau tahu hinanya hamba. Biarkan dalam menata ukhuwah yang baru, saya tidak tergesa-gesa. Bantu saya. Biar saya bisa bunuh dengan sesungguh-sungguhnya perasaan ini. Dengan penuh seluruh. Ya Allah, Anta hafizi, perkenankan doa saya.

Saya malu pada diri saya sendiri. Malu menghadapMu dalam keadaan hati belum bersih total.

-nurnurullah-
25 Rejab 1432 H
Kelantan.

biarkan puisi mereka berdua melagukan perasaan saya saat ini.

terimalah, dari mereka.


'hanya tinggal kini. saya dan Tuhan saya. saya dan Allah. tidak ada yang lain dariNya'

-nurnurullah-
25 Rejab 1432 H.
Kelantan.

Ahad, 26 Jun 2011

kupasakkah harapan yang sebenar-benarnya. padaMu Allah.


wahai Tuhanku Yang Esa, dengarkan kami.

"wahai Tuhanku Yang Esa,
bila kenangkan QaharMu...rasa gerun dihatiku,
kerana takutkan seksaMu,
hambaMu rasa berputus asa,
siapakah dapat bersihkan diri?
dari segala dosa yang memburu,
setiap hari setiap ketika.

jika mengenang GhafarMu,
putus asa tiada lagi,
semangatku pulih semula,
harapanku subur kembali.

ujian menimpa,
menekan dijiwa,
tak sanggup meneruskan perjuanganku,
mehnahMu itu menghapus dosaku,
mengganti hukumanMu di akhirat."

'hamba ini si pendosa. dengarkan kami ya Allah'

-nurnurullah-
24 Rejab 1432 H
Selangor.







Khamis, 23 Jun 2011

antara dua cinta.


Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap baru kan terasa bila hilang
Apa yang diburu timbul rasa jemu
Bila sudah di dalam genggaman

Dunia ibarat air laut
Diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan fatamorgana
Di padang pasir

Panas yang membahang disangka air
Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
Dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan.. leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Kerana di situ tidak ku mampu
Mengumpul dua cinta
Hanya cintaMu ku harap tumbuh
Dibajai bangkai dunia yang kubunuh
-nurnurullah-
22 Rejab 1432 H
Barakah Jumaat
Kuala Lumpur.

Duhai kekasih Allah. Kekasih Sekalian Makhluk.

syafaatkan kami Ya Rasulullah.

"padaMu Allah, Yang Maha Mengerti perasaan ini...
jadikan kerinduan ini...kerinduan paling dalam pada kekasihMu,
Muhammad SAW"


Wahai seorang kekasih
Telah lama...kau dirindui
Pilu sedih dalam kerinduan...
Menangis  pun tak berairmata
Namun hati tetap gembira...syafaatmu menanti di sana

Sungguh tabahnya hatimu
Menanggung derita yang melanda
Biarpun perit, pedih terseksa
Kerana umat..kau tempuhi jua...

Wahai Rasul...
Kaulah segalanya...
Contoh terbaik umat akhir zaman...
Akhlakmu tinggi kan kami jejaki..
Sifatmu sempurna, pelengkap peribadi

Wahai Rasul..
Kami merindui..sinaran wajahmu mendamaikan jiwa
Manis senyumanmu penawar hiba...
Dihati kami...kaulah segalanya...

Wahai seorang kekasih...
Telah lama kau dirindui...
Pilu sedih, dalam kerinduan...
Menangis pun tak berair mata...
Namun hati, tetap gembira...
Diakhirat kita kan bersua.

"ya Allah. penuhi hatiku dengan kerinduan, kecintaan mendalam pada Rasulullah SAW. jadikanku manusia yang sungguh-sungguh dalam usaha meneladani peribadi mulianya. ameen ya Rabb al-ameen"

-nurnurullah-
22 Rejab 1432 H
Barakah Jumaat