Jangan biar futur bertamu terlalu lama dalam hati, dalam diri. Lepaskan 'ia' pergi!
Wanita itu menyendiri. Betapa lewat beberapa waktu ini, dia semakin terasa lemah. Apakah kerana dirinya sering bermaksiat kepada Allah? Apakah kerna letih hatinya di'guli-guli'kan manusia yang tiada nama? Allah...keluhan berat meniti bibirnya. Betapa tidak? Sudah beberapa waktu, dia masih belum bisa menemukan ketenangan yang dicari. Pernah suatu waktu, hatinya benar-benar sakit tatkala dia kembali bermaksiat pada Tuhannya. Betapa hatinya tidak ampuh lagi memegang janji pada Tuhannya.
Pernah suatu waktu. Tatkala hati dia sakit. Terlalu sakit. Pada Tuhan...dia rasa berdosa. Sungguh berdosa dengan penuh seluruh. Dia segera mampir ke rumah Tuhannya. Sudahpun mampir, dia tidak bisa menembusi pintu pagar utama. Itu cuma di dunia. Apakah petandanya? Seakan pintu Tuhan itu tertutup buatnya. Apa benar pintu taubat yang tidak pernah tampak pada kasar penglihatannya jua tertutup? Jangan Ya Tuhan. Berikan wanita itu peluang! Peluang lagi dan lagi. Biar dia bisa pulang dengan tenang yang penuh seluruh. Ilahi Rabbi...beri izin dia pulang.
"Moga bisa kembali di sisiNya. Sebaik-baik tempat di sisiNya."
WardatulHikmah
04 April 2011
Kuala Lumpur.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan