Selasa, 5 April 2011

Sedikit catatan buat diri. Mudah-mudahan terhindar daripadanya.
Wal izyul billah...
Naudzubillah min zalik...

Sebuah kisah.

Alhamdulillah. Lewat beberapa jam lalu, sempat saya menghadiri satu kuliah (untuk menyempurnakan jam kredit pengajian saya). Tidak semena-mena, satu demi satu tandatangan saya dan sahabat-sahabat ditafsir pensyarah. Sampai giliran saya, ini yang beliau katakan, " Hidup kamu sangat kompleks. Jiwa kamu sangat kacau. Kamu tidak punya pendirian. Dalam hayatmu hanya dua fasa sahaja yang kamu berbuat sesuatu mengikut pendirian kamu. Namun, akhir hayatmu, kamu berjaya dan dirimu meneriman pujian-pujian manusia."

Terdiam saya. Bingung menafsir kata-katanya. Tumpuan saya pada kuliah sedikit terganggu. "Jiwamu kacau. Kamu tidak pernah punya pendirian." MasyaAllah! Adakah ini musibah? Termenung saya mencari erti di sebalik mana.

"Ya Allah...pada zatMu yang Maha Memegang Hati sekalian makhluk, jadikan hamba ini dari kalangan manusia yang punya pendirian. Hamba yang tetap pendirian. Atas urusan untuk kejayaan dunia. Bahkan lebih besar, atas urusan-urusan akhirat kelak. Ilahi Rabbi...padaMu hamba dhaif lagi hina ini memohon, biar hati ini bisa tetap pada agamaMu, biar seluruh hati dan kehidupan ini bisa tetap pada IslamMu. Jadikan hati ini hati yang terus segar mekar dengan kecintaan kepadaMu. Biar hati ini jadi lebih ampuh pada CINTA dalam meletakkan kesungguhan mengejar cita dan tawakkal hanya kepadaMu, Ya Rabbi.

Ya Allah. Jangan jadikan tafsiran itu sebagai musibah dalam kehidupanku, hanya walau sedikit cuma. Sungguh aku enggan musibah ini bisa melemahkan aku untuk beramal dengan ikhlas yang penuh seluruh! Ya Allah...jauhkan aku dari puji-puji manusia yang bisa buat diri riak...sehingga lupa bersyukur padaMu, Tuhan Yang Maha Mengurnia 'hadiah-hadiah dunia' pada sekalian makhluk yang Engkau hendaki. Semua yang kami cicipi saat ini dengan izinMu. Tidak ada satu pun nikmat yang lepas ke tangan-tangan kami tanpa ada izin dariMu Ya Allah. Jadikan kami hamba yang terus merendah diri! Hamba yang terus merasa dirinya hina dipalit dosa untuk terus abdi padaMu, Ya Rabb! Jauhkan hamba dari fitnah puji-puji manusia. Jauhkan Ya Allah. Dan seandainya, kejayaan yang bakal aku cicip nanti lebih bermanfaat buat seluruh manusia, biarkan sahaja kebaikan-kebaikan itu menjadi doa-doa penyelamat diri ini dari nerakaMu. Doa-doa dari ribuan para malaikatMu. Ilahi Rabbi...Allahumma ameen."

"Semoga diri terhindar musibah kecelaruan. Semoga diri tetap pada pegangan Iman, tetap pada Islam. Tetap pada kecintaan Ilahi Rabbi. Ameen."

Akhir qalam, semoga 'ini' menjadi penenang hati tatkala hati terus belajar untuk mensyukuri...



WardatulHikmah
06 April 2011
1244 p.m
Kuala Lumpur.

Tiada ulasan: