Akulah faqir dalam kecukupanku
Bagaimana aku tidak faqir dalam kefaqiranku?
Ilahi,
Akulah si bodoh dalam pengetahuanku
Bagaimana aku tidak bodoh dalam kebodohanku?
Ilahi,
Ragam aturanMu di semesta ini
Dan kecepatan manifest ketentuan-ketentuanMu
Telah mencegah hamba-hambaMu yang mengenalMu
Dan tiada harapan dariMu dalam cobaan (kecuali padaMu)
Ilahi,
Dariku layaklah dengan cacian
DariMu layaklah dengan pujaan
Ilahi,
Engkau sifati diriMu dengan kelemahlembutan padaku
Sebelum adanya kelemahanku
Apakah Engkau tegar menghalangi lemah lembutMu
Setelah adanya kelemahanKu
Ilahi
Jika yang tampak kebajikan padaku itu
Sungguh itulah anugerahMu padaku
Jika yang tampak itu keburukanku
Sungguh, itulah keadilanMu, dan
HakMulah berhujah padaku
Ilahi
Bagaimana Engkau serahkan itu padaku
Sedangkan diriku telah memasrahkan diri padaMu
Bagaimana jua aku mengurangi hakku
Sedang diriMu yang menolongku
Bagaimana aku tak beruntung
Sedang Engkaulah yang menyayangiku
Inilah aku, tawassul padaMu
Dengan kefaqiranku disisiMu
Kefaqiran yang menunjukkan padaMu
Dan menyambungkan hubungan disisiMu.
Bagaimana mungkin aku bertawassul padaMu
Dengan kemustahilan-kemustahilan untuk bersambung denganMu?
Bagaimana jua aku mengeluh padaMu tentang derita
Sedangkan tak samar sedikit pun dari pandanganMu
Bagaimana aku urai dengan kata-kataku padaMu
Sedang kata itu dariMu dan menuju kepadaMu?
Bagaimana aku gagal menempuh cita-citaku
Sedang aku telah menebusnya bagiMu
Bagaimana ahwal ruhaniku tak elok
Padahal bersamaMu tegak berdiri Menuju kepadaMu?
-Syaikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari.
Dengan kemustahilan-kemustahilan untuk bersambung denganMu?
Bagaimana jua aku mengeluh padaMu tentang derita
Sedangkan tak samar sedikit pun dari pandanganMu
Bagaimana aku urai dengan kata-kataku padaMu
Sedang kata itu dariMu dan menuju kepadaMu?
Bagaimana aku gagal menempuh cita-citaku
Sedang aku telah menebusnya bagiMu
Bagaimana ahwal ruhaniku tak elok
Padahal bersamaMu tegak berdiri Menuju kepadaMu?
-Syaikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari.
الفكرة سيرالقلب فى ميادين الاغيار
'al-fikratu sairu l-qalbi fi mayaadiini l-aghyaar'
'Fikir itu merupakan perjalanan hati dalam alam ciptaan Allah.
Fikir itu lentera hati.
Bila fikir itu padam, maka tak ada lagi cahaya di hati'
-dari Kitab Al-Hikam : Petuah-petuah Agung Sang Guru.
2008.
disampaikan oleh ;
-wardatulhikmah-
13 Syaaban 1432 H
Bkt. Angkasa. KL.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan