Rabu, 6 Julai 2011

sekitar Sang Murabbi.

Bismillah.
Alhamdulillah a'ala kulli hal wa ni'mat. Selawat dan salam ke atas baginda Rasulullah SAW, keluarga, juga para sahabat.


Sekitar kelmarin yang sempat saya lalui, alhmadulillah diberi ruang menatap Sang Murabbi. (belum sempat selesai. masih berbaki 3 episod. insya Allah dengan izin hari ini mahu hadam sepenuhnya). SubhanAllah. Kagum saya pada peribadi Ustaz Rahmat Abdullah. Dia melewati jalan dakwah dan tarbiyah. Saat dimata-matai muslim yang juga mendukung Islam sebagai perjuangan, bahkan sehingga dia digelar 'terrorist', justeru makin ramai dia success mencari dan membina mutarabbi. Keyakinannya dalam dakwah cukup meninggi. Betapa Allah Maha Menjaga. Maha Memelihara perjuangannya. SubhanAllah. Serius. Saat merindukan hal itu berlaku dalam realitas kehidupan saya. Kapankah waktunya? Allahu'alam.

Kelmarin juga saya sempat mengadu pada murabbi saya. (Alhamdulillah, dengan izinNya, dia tidak jadi pulang ke rumah usai halaqah. Langsung dia saya ajak pulang istirehat di rumah saja). Sempat saya berkongsi. Kenapa di tempat kita, justeru ramai orang berebut-rebut mahu menegakkan Islam. Mahu berjuang untuk Islam kembali tertegak. Lalu saya belum sempat habis fikir, kenapa dalam ribut mereka dalam medan perjuangan, masih belum ada yang bisa bersatu? Mana-mana badanlah. Sama ada di pihak pendokong pemerintah, atau sebaliknya. Realitasnya sama. Kenapa tidak bisa berganding tangan, lalu dirapatkan saf kalau benar telus menegakkan Islam? Adakah hanya dengan kuasa sahaja, baru Islam itu boleh disebarluaskan? Belum sempat saya habis fikir. Harusnya individu, bahkan semuanya, tidak kiralah apa dia itu orang pemerintah atau sebaliknya, teruskan sahaja agenda dakwahnya. Tidak perlu tampak seperti menentang antara yang lainnya. 

-ayo! rapatkan saf.

Benar yang batil itu harus dimenangkan dengan yang namanya haq. Tapi saya masih belum bisa setuju dengan realitas yang berlaku lewat persekitaran saya. Lalu, jalan mana yang saya pilih? (itu antara saya dan tuhan saya).

Berpegang teguh saya pada kalimah; 


'Tunjukkan kami jalan yang lurus.'
(Al Fatihah : 6 )

Mudah-mudahan pegangan saya terus-terus dipandu. Insya Allah. Saya kesal sekali melihat mereka berbalah sesama sendiri. Justeru, yang berbalah itu adalah saudara saya. Yang berpegang pada kalimat tauhid yang sama. Lalu dimana kebersamaan mereka? Kenapa harus menafikan lagi? Kenapa harus menafikan hal ini?


'Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat.'
(Al-Hujurat : 10)



Sang Murabbi, peribadi Ustaz Rahmat Abdullah...alhamdulillah semakin mematangkan fikiran saya. Kalian yang tetap saudara saya selagi kalian teguh pada kalimat tauhid, semoga kita bisa menemukan makna sebenar di balik 'persaudaraan hakiki.'

Wallahu'alam.

-nurnurullah-
6 Syaaban 1432 H
umkl.

Tiada ulasan: